Senin, 20 Februari 2012

Bledug Kuwu di Kabupaten Grobogan

Bledug Kuwu adalah sebuah fenomena kawah lumpur
 (mud volcanoes) 


Bledug Kuwu adalah sebuah fenomena kawah lumpur (mud volcanoes) yang sudah terjadi jauh sebelum jaman Kerajaan Mataram Kuno (732 M-928M).Bledug Kuwu salah satu obyek wisata andalan di Kabupaten Grobogan,selain sumber api abadi Merapen,dan Waduk Kedungombo.Secara etimologi, nama bleduk kuwu berasal dari bahasa jawa,yaitu ’bledug’ yang berarti ledakan/meledak dan ‘kuwu’ diserap dari kata ‘kuwur’ yang berarti lari/kabur/berhamburan.
Menurut cerita turun menurun yang beredar di masyarakat, Bledug Kuwu terjadi karena adanya lubang yang menghubungkan tempat itu dengan Laut Selatan.Konon lubang itu adalah jalan pulang Joko Linglung dari Laut Selatan menuju Kerajaan Medang Kamulan setelah mengalahkan Prabu Dewata Cengkar yang telah berubah menjadi buaya putih di Laut Selatan. Joko Linglung konon bisa membuat lubang tersebut karena dia bisa menjelma menjadi ular naga yang merupakan syarat agar dia diakui sebagai anak Aji Saka,penguasa Kerajaan Medang Kamulan.

 mitosnya :
Ada sebuah cerita turun temurun dari tanah Grobogan, Jawa Tengah. Ada sebuah jalur lubang dari Laut Selatan hingga desa Kuwu kecamatan Kradenan. Lubang itu sebagai jalan pulang seorang Joko Linglung dari laut selatan (samudera Hindia) menuju kerajaan Medang Kamulan setelah mengalahkan Prabu Dewata Cengkar yang telah berubah menjadi buaya putih di Laut Selatan. Joko Linglung konon bisa membuat lubang tersebu karena dia bisa menjelma menjadi ular naga yang merupakan syarat agar dia diakui sebagai anak Aji Saka, penguasa kerajaan Medang kemulan. Dan lubang yang diciptakan tersebut kemudian dikenal sebagai Bledug Kuwu.
Bledug Kuwu sendiri merupakan sebuah fenomena kawah lumpur yang sudah terjadi jauh sebelum jaman Kerajaan Mataram Kuno (732-928 Masehi). Bledug Kuwu merupakan salah satu obyek wisata andalan di Kabupaten Grobogan. Secara etimologi, nama bledug kuwu berasal dari bahasa Jawa. Bledug, berarti meledak. Kuwu, artinya berlari, kabur atau berhamburan.
Secara periodik, akan timbul suara seperti bunyi meriam dari gelembung lumpur bersamaan dengan keluarnya asap, gas dan air garam. Letupan-letupan ini terjadi secara berskala antara 2-3 menit, di daerah dengan diameter kurang lebih 650 meter. Bahkan jarang, letupan lumpur itu bisa mencapai seukuran rumah penduduk.
Selain menikmati keindahan bledug kuwu, di tempat ini banyak terdapat beberapa penduduk yang mencari nafkah dari bledug kuwu dengan memanfaatkan sumber bledug kuwu menjadi garam dapur. Kemasyuran rasa garam bledug kuwu tercatat didalam sejarah keraton Surakarta. Hal ini dapat dibuktikan melalui berbagai keterangan dari masyarakat sekitarnya. Didaerah ini terdapat gunungan-gunungan kecil yang puncaknyanya mengeluarkan lumpur berwarna kekuning-kuningan.
Perjalanan menuju objek wisata ini dapat ditempuh melalui jalan darat. Dari terminal bus Semarang, pengunjung dapat menggunakan bus jurusan Semarang-Purwodadai. Setelah sampai di terminal bus Purwodadi, perjalanan dapat dilanjutkan dengan minibus jurusan Purwodadi-Kuwu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar